ARSIP STATIS dan ARSIP DINAMIS
ARSIP DINAMIS
Arsip
dinamis merupakan informasi yang terekam , termasuk data dalam sistem
komputer, yang dibuat atau diterima oleh badan korporasi ataupun
perorangan dalam transaksi kegiatan atau melakukan tindakan sebagai
bukti aktifitas tersebut. Untuk itu arsip dinamis memerlukan pengelolaan
sebagai bahan bukti dan dasar untuk mengambil keputusan, sekaligus
sebagai ukuran kinerja dari sebuah kegiatan. Menurut konteks Anglo-Saxon
arsip adalah dokume yang masih digunakan untuk perencanaan, pengambilan
keputusan, pengawasan dan keperluan lain. Arsip dinamis memuat
informasi tentang tugas, garis haluan, keputusan, prosedur, operasi, dan
aktifitas sebuah organisasi ataupu perorangan.Dengan konsep diatas maka
arsip dinamis memerlukan pengelolaan. Pengelolaan inimaksudkan agar
arsip dinamis memberikan manfaat bagi pencipta, penerima dan pemakainya.
Ada beberapa syarat utama dalam kajian arsip dinamis, antara lain
1. Lengkap
: arsip seharusnya mampu menunjukkan sebuah situasi pelayanan dari
mulai hulu ke hilir. Contohnya arsip kesehatan pasien, sehinggan
memudahkan dalam pengambilan keputusan lajutan, atas tindakan yang sudak
terjadi.
2. Cukup
: kecukupan data dalam arsip dinamis, merupakan kunci untuk mengatasi
ketidaktersediaan informasi yang bisa menjadikan pengambilan kepusan
menjadi keliru. Cukup disini juga diartikan tidak berlebihan. Arsip
harus bebas dari informasi dan catatan yang tidak penting, karena bisa
saja malah mengaburkan informasi yang sesungguhnya.
3. Bermakna
: arsip yang lengkap dan cukup akan memberikan gambaran tentang
kejadian. Dan setiap arsip harus bermakna artinya penting bagi aktifitas
selanjutnya.
4. Komprehensif : setiap arsip harus dirancang untuk berisi sesuatu yang penting dan menyeluruh. Untuk menyediakan kecukupan.
5. Tepat : arsip harus mampu mendukup aktifitas setiap kejadian, sehingga ketepatan pengalokasian arsip sangat penting artinya.
6. Tidak
melanggar hukum : arsip yang baik adalah sesuai dengan aturan
perundangan. Untuk itu, maka ketika akan mengelola arsip maka seharusnya
ada aturan baku yang harus dilakukan. Agar tidak bertentangan dan
melanggar aturan.
Mengapa pengelolaan arsip dinamis penting bagi organissasi:
1. Sebuah
organisasi perlu mengandalkanpada akses yang efisien terhadap informasi
yang benar. Manajemen arsip dinamis memerlukan informasi yang yang tepa
untuk (1) mengambil keputusan, (2) sarana umum, (3) sebagai bukti
kebijakan dan aktifitas (4) menunjang letigasi.
2. Sebuah
organisasi memiliki tanggung jawab hukum, profesional, dan etis untuk
menciptakan arsip dinamis tertentu. Organisasi juga disyaratkan
mempertahankan arsip dinamis jenis tertentu dalam waktu tertentu, dan
ini bisa dilakukan dengan manajemen arsip dinamis.
3. Sebuah
organisasi perlu mengontrol volume informasi yang diciptakannyadan
disimpannya. Hal ini karena alasan ekonomis, mengingat penyimpanan arsip
dinamis memerlukan ruangan penyimpanan yang besar dan alasan efisiensi
operasional, mengingat lebih sulit menemukan informasi yangpenting
dengan cepat, jika informasi itu terkubur pada arsip yang telah usang.Contoh Arsip Dinamis:tagihan, invoice, arsip dinamis rekening bank, laporan penagihan nasabah, dll.
Kasus:
Suatu rumah sakit mengalami suatu kesulitan dalam penemuan kembali arsip elektronik karena data yang disimpan dalam external media (disket, optikdisk) dijadikan satu dari semua permasalahan dan juga data. Rumah sakit tersebut membutuhkan waktu yang sangat lama untuk kegiatan pencarian data yang dibutuhkan. Hal tersebut dapat dipecahkan dengan cara mengelompokkan setiap masalah.Misalnya, masalah pelaporan dibuatkan folder pelaporan, dan file-file yang menyangkut tentang pelaporan dimasukkan dalam folder pelaporan tersebut. Mungkin dalam folder pelaporan juga bisa dispesifikasikan lagi dengan membuat folder bulan (misal: Januari),maka file-file yang berhubungan dengan pelaporan bulan Januari dimasukkan dalam folder Januari di folder pelaporan itu sendiri. Begitu seterusnya untuk masalah-masalah yang lain (misal: data pasien, bangsal, penerimaan pasien baru, pasien meninggal, dan lain sebagainya). Dengan kata lain cara seperti ini adalah mengindeks berdasarkan masalah-masalah rumah sakit
ARSIP STATIS
Arsip statis adalah arsip yang dihasilkan oleh pencipta arsip karena memiliki
nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan
yang telah diverifikasi baik secara langsung maupun tidak langsung oleh Arsip
Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga kearsipan.
Arsip
statis merupakan arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk
perencanaan, pelaksanaan, penyelenggaraan kehidupan kebangsaan pada umumnya
maupun untuk penyelenggaraan sehari-hari administrasi negara.
Menurut
Martono (1994) “Arsip statis adalah arsip yang tidak berlaku lagi bagi suatu
organisasi atau lembaga yang dipelihara karena nilai yang berkelanjutan”. Selanjutnya menurut Rusidi (2010) “Arsip
statis merupakan arsip yang sudah tidak dipergunakan secara langsung dalam
kegiatan perencanaan kehidupan bangsa
pada umumnya maupun untuk penyelenggaraan
sehari-hari administrasi negara, namun tetap harus
dikelola/disimpan berdasarkan pada
pertimbangan nilai guna yang terkandung di dalamnya.”
Sedangkan
berdasarkan Undang–Undang Nomor 43 Tahun 2009 Tentang Kearsipan, Arsip Statis adalah arsip yang
dihasilkan oleh pencipta arsip karena
memiliki nilai guna kesejarahan, telah habis retensinya, dan berketerangan dipermanenkan yang telah
diverifikasi baik secara langsung maupun
tidak langsung oleh Arsip Nasional Republik Indonesia dan/atau lembaga kearsipan. Dari
beberapa pengertian di atas maka dapat dikemukakan bahwa arsip statis merupakan
arsip yang tidak digunakan secara langsung namun masih memiliki nilai guna yang
dipermanenkan oleh lembaga kearsipan. Contohnya seseorang dapat mengetahui kapan SK restruktur organisasi
perpustakaan dikeluarkan, distrtibusi produk tertentu, tindakan untuk
melakukan sesuatu serta dapat menyajikan kokumentasi tentang fakta yang
diperlukan. Melalui arsip statis, orang dapat menggali kembali
peristiwa masa lampau Misalnya: Para peneliti kedokteran dengan menggunakan rekam medis dan arsip kedokteran dapat melacak gejala dan pola penyakit dalam upaya mencari penyembuhan dan pencegahan.